It’s not the house that is haunted. It’s your son. ~ Elise Reiner
Renai dan Josh Lambert (Rose Byrne dan Patrick Wilson), beserta ketiga anak mereka, baru saja pindah ke rumah yang baru. Harapan akan kehidupan yang normal dan bahagia sepertinya segera terganggu, karena tidak lama kemudian, Renai mulai merasa mereka tidak sendirian di rumah tersebut. Belum selesai masalah yang satu, masalah lain muncul menyusul, Dalton (Ty Simpkins) yang sedang berada di loteng terjatuh lalu kemudian berteriak histeris karena melihat sesuatu. Ayah dan ibunya pun langsung mendapati anak mereka sedang duduk menatap pojokan dengan sedikit luka memar di kening. Mengira Dalton tidak apa-apa, hanya luka kecil, Renai dan Josh kemudian meninggalkannya tidur dikamarnya. Keesokan harinya, Josh terkejut ketika Dalton tidak segera bangun padahal sudah dibangunkan. Barulah sesampainya di rumah sakit, mereka mengetahui bahwa anak mereka mengalami koma, yang anehnya tidak bisa dijelaskan kenapa, karena tidak terjadi kerusakan serius pada otak Dalton. Dokter mengatakan Dalton akan segera bangun dalam beberapa hari, namun kenyataannya tiga bulan kemudian Dalton yang sekarang dirawat di rumahnya, masih terbaring tak sadarkan diri alias masih koma. Kebetulan atau bagaimana, kejadian yang menimpa Dalton kemudian berbuntut pada kejadian-kejadian supernatural yang saling bergantian hadir mengganggu keluarga Josh. -Kaskus Review
Trailer INSIDIOUS
Yak ini adalah film horror ke... 3 yang gue tonton di bioskop. Dikit? Biarin. Gue emang penakut, gue gasuka film horror. Dan bioskop itu gelap. Gue gasuka gelap2an, dan gue gasuka film horror. Jadi ya gitu ya pokoknya.-___-
Gue kasih rate ini film 9/10. Mantep abis. James Wan dan Leigh Wannel yang pernah bekerja sama di film SAW kembali menghadirkan film horror hollywood yang mantap. Emang klasik sih, pakai benda-benda yang bergerak dengan sendirinya, backsound yang bikin merinding, suara aneh dr loteng. Semuanya klasik banget buat film horror. Tapi di film ini, semuanya pas. Ga terlalu lebay, ga terlalu "krikkrik". Yang paling "plus" buat film ini dimana hantu-hantu dan adegan menyeramkan lainnya dItampilkan di saat yang bener-bener tak terduga. Di saat kita mau serius memperhatikan layar dan menyerap ceritanya, kita di kagetkan dengan adanya "penampakan". Suer deh, bener-bener ngagetin. Walaupun penampakannya cuman ada beberapa detik, tapi cukup membuat kita teriak kencang karena terlalu shock. Insidious sendiri ceritanya cukup menarik. Disini, kita dijabarin inti masalahnya tentang si Dalton. Tapi ceritanya gak bertele-tele dan tetep dimengerti tanpa harus dicerna lama-lama. Males kan udah takut sama penampakan di filmnya, eh masih aja harus mikirin tentang ceritanya. Dan gue setuju sama si agan TS kaskusnya (review diatas) kalo openingnya beneran "seksi". Seksi disini diartikan kalo kalian udah harus siap dengan kejutan-kejutan penampakan selama film ini berlangsung. Kalo gue sih menyebutnya dengan "pemanasan" kaliya. Hahahaahaha tapi serius, dari awal film, mustinya udah ketebak ceritanya tuh mengagetkan kayak apa. Dan dimanapun ending film horror, emang yang paling enak yang gantung. Yang kebuat di bayang-bayang sama cerita si tokoh. Kayak Paranormal Activity. Ending 2 film ini memang jago. Endingnya gamungkin gue kasih tau. Tapi endingnya bener-bener lebih "seksi". Layaknya orang olahraga, abis itu kan pendinginan? Nah di film ini, akhir cerita bukanlah "pendinginan" tapi "pemanasan kembali". Gue pikir film ini bakal berakhir kayak Boo. Yaa agak happy ending gitu. Karena memang udah hampir happy ending!!! Tapi ternyata.... Nonton aja langsung deh ya :))
Pencinta film horror pasti cupu kalo ga nonton film ini. Buat yang gasuka kayak gue, yaaa tonton aja. Pengalaman baru. Hehehehe soalnya emang filmnya seru. Intinya, cepet-cepet tutup mata aja selama ada penampakan. Soalnya penampakannya emang cuman bentar banget. Tapi terus-terusan dan meningkat. Wuehehehe langsung aja ya nonton filmnya. Kalo ga serem cubit si agan TS kaskus nya aja (loh) dia sendiri kok yang bilang. Hahahaha :P

0 gloss:
Poskan Komentar